Kamis, 27 Desember 2012
Jumat, 14 Desember 2012
David Foster (A Short Biography)
Tidak berlebihan untuk mengatakan bila semua yang disentuh David Foster berubah jadi emas-bahkan platinum. Penulis lagu dan produser sekaligus peraih 15 kali Grammy Award (termasuk tiga kali Producer of the year) dengan 44 nominasi, penerima 7 kali Canadian Juno Awards, satu kali Emmy Awards, dan 3 kali nominasi Oscar yang diraihnya dalam 4 dekade kesuksesan yang luar biasa. Bahkan, ia juga berhasil mengorbitkan beberapa penyanyi terbaik dunia sepanjang masa. Untuk keberhasilannya ini beberapa kalangan pengamat musik menamainya, Midas of Music Industry.
Satu dari pencapaian tertinggi dalam karir David Foster adalah konser spektakuler one-night only “Hit Man: David Foster and Friends” yang menampilkan Andrea Bocelli, Michael Buble, Josh Groban, Celine Dion, Peter Cetera, Kenny G, Brian McKnight, Katherine McPhee, Blake Shelton, penyanyi debutan Charice, dll. Rekaman konser itu juga tersedia dalam CD dan DVD.
Dalam konser tersebut, ia tampil sebagai host yang tentu saja menambah daftar panjang bakat dan keahliannya. Selain tampil sebagai host dalam konser tersebut, David Foster juga berperan membawakan welcome highlight dengan menampilkan beberapa hits nomor satu dan lagu-lagu favorit pemenang berbagai penghargaan. Rencananya, biografinya yang berjudul “Hit Man: Forty Years Making Music, topping the Charts and Winning Grammies” akan dirilis pada 11 November. Setelah itu, konser ini akan disiarkan di PBS pada bulan Desember.
David Foster berkarya di jalur musik sejak tahun 1973 dan dengan cepat segera mendapat reputasi sebagai kibordis yang disegani. Ia juga sering diminta tampil untuk mengiringi musisi lain. Sebut saja John Lennon, Diana Ross, George Harrison, dan Rod Stewart. Pada akhir tahun 1970, ia mulai beralih untuk menulis lagu dan memproduserinya seperti ketika bekerjasama dengan Earth, Wind and Fire yang menghasilkan lagu “After The Love Has Gone” dan “Got To Be Real” yang meraih sukses besar.
Karirnya pun semakin menanjak pada tahun 1980-an ketika ia memproduseri sekaligus menulis beberapa lagu luar biasa yang masuk dalam jajaran single No.1, seperti “Hard To Say I’m Sorry” dari Chicago, “The Glory of Love” Peter Cetera, dan “Man in Motion” John Parr. Sementara menyelesaikan multi-platinum selling songs dari OST Ghostbusters, Footloose dan album 16, 17, dan 18 dari Chicago, pada periode ini juga ia masih memproduseri dan menulis lagu untuk Alice Cooper, Al Jarreau, Hall and Oates, Kenny Rogers, Kenny Loggins, Boz Scaggs, dan Olivia Newton-John.
Periode 1990-an reputasinya kembali menghasilkan beberapa hits seperti hit pertama Celine Dion “The Power of Love”, “Unforgettable” Natalie Cole, “Have You Ever” Brandy, “Music of My Heart” Gloria Estefan dan N’Sync, serta single “Somewhere”dan album “Back To Broadway” dari Barbara Streisand. Pada tahun 1993, ia kembali menikmati tahun yang sangat berharga dimana ia dianugerahi Billboard Magazine’s “Top Singles Producer”, “Top R&B Producer,” dan Top Grammy Nominee dengan 7 nominasi yang mengejutkan. Diatas itu semua, ia mendapatkan penghargaan “Producer of The Year” untuk soundtrack film The Bodyguard.
Setelah melewati tahun yang menggembirakan sepanjang 1993, David Foster tetap berkarya dan menapaki kesuksesan kembali pada tahun-tahun berikutnya (1994-1997). Ditandai dengan beberapa hits yaitu “Unbreak My Heart” Toni Braxton, “I Will Always Love You” Whitney Houston, “I Swear” All-4-One dan “Because You Loved Me” Celine Dion. Single-single tersebut berhasil meraih posisi No.1 pada tangga lagu Billboard Pop Singles dan berhasi memecahkan rekor dengan bertahan selama 42 minggu.
Pada akhir 90-an, David Foster mendirikan 143 (I Love You) Records dan bermitra dengan Warner Brothers. Dibawah label barunya, ia mulai merekrut beberapa bakat baru yang luar biasa. Tercatat nama-nama tenar seperti, The Corrs, yang telah menjual 30 juta kopi rekaman, Plus One, Grup Penyanyi Lagu Rohani, dan Kevin Sharp, bintang televisi dan penyanyi country yang meraih platinum.
Memasuki milenium baru merupakan awal bagi David Foster untuk kembali menemukan gairah dan bakat baru. Ia kembali dan memproduseri Josh Groban, yang dikritik karena albumnya diklaim telah terjual sebanyak 17 juta kopi. Pada 2007, Josh Groban dan David Foster berpasangan untuk album Natal “Noel” yang memecahkan rekor sebagai album Natal terlaris tahun 2007 dengan lima minggu berturut-turut bertahan di chart no.1 dan terjual sebanyak 3,7 juta kopi.
Selanjutnya, ia melirik Michael Buble, yang juga berasal dari Kanada. Seorang penyanyi dengan soft low voice yang albumnya, Call Me Irresponsible berhasil menduduki peringkat 2 chart Billboard dan menjadi nomor satu beberapa minggu kemudian. Album itu sendiri telah terjual lebih dari 5 juta kopo di seluruh dunia. Proyek terbaru darinya adalah bekerjasama dengan storyteller sekaligus musisi, Peter Cincotti. Album ke-2 dari Peter Cincotti, East of Angel Town, berisikan paduan dari funk jazz, rock dan blues. David Foster tidak berhenti dan terus mencari untuk menemukan bakat-bakat baru seperti Renee Olsted dan pianis William Joseph.
Diluar dari petualangannya untuk menemukan bibit-bibit baru, ia juga kembali bekerjasama dengan beberapa nama besar dan veteran dalam industri musik. Ia memproduseri album peraih platinum milik Andrea Bocelli, Amore, bersama dengan tambahan DVD/CD combo, Under the Desert Sky. Ia juga memproduseri dan menulis bersama dengan Carol Bayer Sager untuk lagu peraih Golden Globe, “The Prayer” yang dibawakan oleh Celine Dion dan Andrea Bocelli, dan beberapa hits untuk Madonna dan Michael Jackson. Kemudian, ia juga memproduseri beberapa album lainnya seperti duet Nicole Kidman “Come What May” dalam soundtrack film Moulin Rouge, album multi-platinum Celine Dion “Miracle” dan juga diberi kehormatan untuk membuat lagu penutup Olimpiade Musim Dingin 2006 bersama Amy, putrinya, dimana mereka menulis dan memproduserinya bersama.
Kesuksesan dan pencapaian hebat David Foster dalam industri musik selama 3 dekade terakhir juga membawakannya kesempatan untuk berkontribusi pada masyarakat disekitarnya terutama pada anak-anak. Pada tahun 1986, ia mendirikan David Foster Foundation yang bermarkas di Kanada sebelah barat, dimana ia sering mengadakan fundraising dana amal untuk membantu anak-anak yang membutuhkan transplantasi organ. Ia juga tampil pada beberapa acara amal, seperti the Andre Agassi Foundation, Race to Erase MS, Muhammad Ali’s Fightnight Foundation, Cap Cure Prostate Cancer Research Foundation, Malibu High School Scholarship Program, The Carousel Ball, and Cedars-Sinai Research Center for Woman’s Cancer.
Sepanjang karirnya, David Foster telah menunjukkan dirinya sebagai musisi yang kreatif, pekerja keras, dan perhatian. Ia tumbuh sebagai produser dan penulis lagu papan atas yang telah bekerja dengan banyak nama besar dan berhasil padu dengan mereka untuk menciptakan banyak hits terbaik selama 80-an dan 90-an.
Sebagai penulis dan produser, ia juga berhasil untuk membentuk dan memoles karir dari bintang-bintang muda berbakat. Kecenderungannya untuk menemukan bakat-bakat baru dan juga dedikasi dan kesuksesannya selama 3 dekade terakhir adalah sebuah bukti bahwa ia masih memungkinkan untuk meraih beberapa pencapaian, penghargaan, dan apresiasi untuk karyanya yang mengagumkan. Sepertinya, para penggemarnya akan masih dibuat untuk menunggu karya-karya dari David Foster selama beberapa tahun ke depan.
Nama Lengkap : David Walter Foster
Tanggal Lahir : November 1, 1949
Asal : Victoria, British Columbia, Canada
Genre : Pop, R&B, classical, gospel, adult-contemporary
Profesi : Record producer, composer, songwriter, arranger
Instrumen : piano, keyboards, synthesizers
Website : davidfoster.com
Penulis adalah penggemar karya David Foster
Tulisan ini disarikan dan diterjemahkan dari www.davidfoster.com/biography
Kamis, 29 November 2012
Elfa Secioria
Elfa Secioria bukanlah nama panggung, melainkan nama asli dari pria kelahiran Garut, Jawa Barat, 20 Februari 1959. Pria yang nama lengkapnya Elfa Secioria Hasbullah Ridwan ini adalah komposer dan pencipta lagu kenamaan di Indonesia. Ia berasal dari keluarga yang concern dengan musik. Elfa kecil mulai berlatih piano sejak umur 5 tahun. Ayahnya, Hasbullah Ridwan, juga seorang pencinta jazz yang berprofesi sebagai polisi militer sekaligus konduktor dan pemain musik.
Tidak hanya memberi pendidikan musik bagi anaknya, Hasbullah Ridwan juga memberikan dukungan penuh dalam kehidupan bermusik Elfa. Di usia ke-delapan Elfa bergabung menjadi pemain piano dalam Trio Jazz Yunior Invade. Di usia remajanya, pada tahun 70-an Elfa tetap berkutat dengan dunia musik, tepatnya di Bandung. Selain mengikuti Piano Privat 1 dan 2, ia juga mempelajari musik simfoni dan mempelajari Aransemen Orkestra.
Nama Bapak Beliau Adalah Kapten Anumerta F.A Warsono, pimpinan Orkes Simfoni Angkatan Darat Bandung yang membimbing Elfa dalam mempelajari teori, komposisi, karakter instrumen, sampai sejarah musik. Elfa Secioria, seorang jenius di bidang musik pernah tampil dengan mata tertutup saat berusia 11 tahun. Dan di umurnya yang ke-19, ia membentuk kelompok vokal bernama Elfa’S Singer dan telah memenangi delapan Grand Champion festival paduan suara luar negeri. Bahkan, sampai saat ini, predikat grand champion mereka, untuk kategori pop dan jazz, belum tergeser selama lima kali perhelatan.
Karirnya sebagai pengaransir musik dibuktikan pada ASEAN Song Festival di Bangkok. Saat itu Elfa menyabet piala sebagai Pengaransir Terbaik. Dua tahun kemudian, di acara yang sama ia kembali meraih pengahargaan Pengaransir Terbaik dan Lagu Terbaik. Lagu yang dibawakannya kala itu adalah “Detik Tak Bertepi” yang dinyanyikan Christine Panjaitan, yang mana lagu itu diaransemen ulang dan dinyanyikan kembali oleh penyanyi jazz muda, Andien, untuk album pertamanya. Di festival tersebut makalah yang berjudul Saluang, Pupuit, Talempong, Gandang (Minangkabau) Indonesia yang ia buat juga memperoleh pujian dari para peserta lain.
Penghargaan sebagai The Best Performer juga pernah diraihnya ketika lagu “Kugapai Hari Esok” yang dinyanyikan Harvey Malaiholo berkumandang pada Golden Kite Festival di Malaysia tahun 1984. Selama kariernya, Elfa sudah 14 kali menjadi pengaransir orkes Telerama dan untuk Candra Kirana di TVRI.
Banyak penyanyi kawakan yang lahir dari tangan Elfa Secioria yang turut memberi warna dalam kancah musik tanah air. Lewat Elfa Music Studio (EMS), yang didirikannya di Bandung pada tahun 1981 –dan kini berkembang ke Yogyakarta, Garut, Jakarta, Surabaya, dan Denpasar– telah dicetak sejumlah musisi andal. Sebut saja Trie Utami, Ruth Sahanaya, Yana Julio, Rita Effendy, Lita Zein, Agus Wisman, Uci Nurul, Yovie Widiyanto hingga penyanyi muda Sherina dan Andien
Elfa yang anak didiknya sempat terserang swine flu saat acara ASIAN Choir Games di Korea Selatan, punya pengalaman unik dalam mengaransemen musik. Di tahun 1983, ia pernah ngebut mengaransemen 17 aransemen musik selama tujuh jam di dalam pesawat. Dalam perjalanan karirnya, pengalaman yang menurutnya paling berkesan adalah ketika ia menjadi konduktor pada orkes simfoni Yamaha di Budokan Hall, Tokyo. Ketika itu, ia merasakan tepuk tangan penonton yang bunyinya seperti hujan dan membuatnya merinding.
Elfa memiliki seorang isri bernama Vera Sylviana Yachya, putri keluarga Ny. Usman Yachya, yang juga anggota Elfas Big Band Voice, yang ia nikahi pada tanggal 8 Juni 1991. Hingga kini, ia dikarunia empat orang anak, yakni Hariza Ivan Camille, Raisa Ivan Cavell, Cesyl Athaya Fauziyya, dan si bungsu Cheryl Lunetta Salsabiila.
Indonesia kelihangan salah satu putra terbaiknya di bidang musik pada Sabtu, 8 Januari 2011. Elfa Secioria meninggal dunia di Rumah Sakit Pertamina Jaya Cempaka Putih, Jakarta.
Biografi Singkat Nama : Elfa Secioria Hasbullah Ridwan Lahir : Garut, Jawa Barat, 20 Februari 1959 Pendidikan : SD, Bandung (1971), SMPN IX, Bandung (1974), SMAN III, Bandung (1977), Akademi Teknologi Nasional, Bandung (Tingkat II, 1980) Karier : Ketua Elfa Music Studio (1981 s/d sekarang), Direktur Musik Jazz Corner Bandung (1983 s/d sekarang), Kepala Sekolah Pop Music Mate, Jakarta (1982 s/d sekarang) Penghargaan : Pemenang 8 Grand Champion pada festival paduan suara di luar negeri, Pengaransir terbaik di ASEAN Song Festival di Bangkok (1982), The Best Arranger dan The Best Song pada ASEAN Song Festival di Bandung (1984), The Best Performer pada the Golden Kite Festival di Malaysia (1984).
Sumber: IndonesiaKreatif, Kompas
Langganan:
Komentar (Atom)

